Nasionalisme adalah akar dari persatuan bangsa

Hampir disetiap kunjungan bapak presiden ke berbagai daerah di Indonesia,beliau kerap berinteraksi dengan masyarakat dan salah satunya dengan memberikan quiz. Bukan apa yang beliau lakukan yang akan saya bahas,namun apa maksud dan tujuan beliau. Dalam setiap quiznya,bapak presiden selalu menyelipkan pertanyaan pertanyaan yang sama kepada masyarakat. Seperti menyebutkan nama ibu kota provinsi,atau menjajal hafalan pancasila para peserta quiz. Mengapa pertanyaan pertanyaan itu yang selalu dilontarkan? Bukankah dengan melontarkan pertanyaan yang sama pasti akan menjadi lebih mudah untuk ditebak para peserta quiz lainya?

Menurut pribadi saya,bapak Jokowi memilih beberapa pertanyaan yang sama adalah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada negara ini. Menumbuhkan rasa nasionalisme kepada semua rakyat Indonesia. Dengan mengenal segala kelebihan dan kekayaan negeri ini,diharapkan rasa nasionalisme kita akan semakin bertambah. Dengan bertambahnya rasa nasionalisme,maka persatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia akan semakin kokoh. Perlu saya ingatkan kembali, bahwa kemerdekaan Indonesia berhasil diraih adalah karena persatuan dari para pahlawan (salah satu faktor utama).

Salah satu hal yang membuat saya merasa miris terhadap kondisi bangsa dan negara kita saat ini adalah jiwa nasionalisme yang seakan semakin menipis. Banyak orang yang secara tidak sadar telah terprovokasi untuk perlahan mengacuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara sendiri.

Masih ada beberapa diantara kita yang lebih mencintai tokoh yang diidolakan,tokoh yang menjadi panutan,tokoh yang dianggap terbaik bagi diri mereka masing masing,dengan mengacuhkan nilai persatuan dan persaudaraan. Bukan merupakan sebuah kesalahan dengan mengidolakan seorang tokoh. Tetapi yang harus kita ingat adalah, tokoh tersebut hanyalah 1 diantara ratusan juta warga Indonesia. Tokoh tersebut adalah bagian kecil dari bangsa dan negara Indonesia. Kepentingan bangsa dan negara jauh lebih penting daripada kepentingan salah satu tokoh tersebut. Entah tokoh agama,tokoh politik,dan lain sebagainya.

Mari kita kembali mengingat pengorbanan beberapa tokoh atau pahlawan nasional yang rela mengorbankan egonya untuk kepentingan bangsa dan negara. Bagaimana perjuangan Jendral Soedirman yang rela bergerilya dalam kondisi sakit parah demi kemerdekaan yang mutlak. Bagimana pengorbanan beberapa pahlawan yang rela diasingkan menjauh dari rakyatnya,pasukanya,hanya untuk kepentingan yang lebih besar daripada egonya masing masing. Kalau saja mereka terus melawn,bisa dipastikan akan ada banyak rakyat yang mendukung dan membela mereka sampai titik darah terakhir. Mereka rela diasingkan bukan karena takut kalah,bukan karena takut wafat dalam peperangan,tetapi ( menurut saya ) mereka memikirkan kepentingan yang jauh lebih besar lagi.

Bukankah sudah sejak lama kita diajarkan untuk mau mementingkan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi?

Bangsa Indonesia terlahir dari gen yang kuat,bahkan sangat kuat. Hanya saja,kekuatan kita yang luar biasa itu akan timbul setelah adanya persatuan yang juga kuat.

Kalau dengan bersatu kita bisa menjadi lebih kuat lagi, lebih baik lagi, kenapa kita harus tercerai berai? Kenapa kita harus saling hujat,saling serang,hanya demi nama individu yang kita anggap benar,baik,atau bahkan sempurna dimata kita?

Leave a Reply

%d bloggers like this: